Postingan

Solusi Otomotif Bagi Pengguna Mobil LCGC

Gambar
Direktur Utama PT Pertamina Lubricants, Ageng Giriyono  mengisi oli mobil saat peresmian Olimart di Purwokerto HARIYANTO (47) terlihat antusias ketika berbagi pengalamannya menggunakan  Fastron Ecogreen kepada saya. Karyawan perusahaan swasta itu mengaku oli mesin mobil yang dipakai sebulan lalu masih jernih.   "Sudah sebulan saya pakai tapi di cek oli mesinnya masih jernih. Padahal, mobil rutin dipakai Purwokerto - Banjarnegara," katanya menceritakan dengan antusias.  Maklum, ia menggunakan oli itu belum lama. Ia awalnya hanya coba-coba produk baru, karena produk itu cocok untuk mesin mobil LCGC yang ia gunakan untuk aktivitas sehari-hari.  "Saya merasa cocok aja menggunakan Fastron Ecogreen. Harganya juga terjangkau. Apalagi di Purwokerto sudah banyak yang tersedia," tutur pria yang bekerja sebagai staf marketing di perusahaan swasta ini. Anggota komunitas mobil di Purwokerto, Aris mengaku baru mengetahui merek oli mesin tersebut untuk un...

Dasar Sontoloyo!

HUJAN Minggu sore seharusnya menjadi suasana romantis. Paling tidak untuk pasangan suami istri. Menikmati rintik hujan dari jendela rumah. Menikmati desau angin yang telah mendinginkan raga ini. Namun Minggu sore itu menjadi hari kelabu. Hari yang seharusnya romantis menjadi hari penuh perkara!. Suasana dingin seketika menjadi gerah. Penuh dengan rasa emosi. Ini bermula dari obrolan di whatsapp grup Rukun Tetangga (RT) di tempat tinggal kami. Sore itu di grup ramai membahas rencana menjenguk orang sakit. Orang sakit itu salah satu warga RT kami. Di grup WA telah memunculkan diskusi panjang.  Singkat kata, akhirnya disetujui menjenguk menggunakan microbus. Jarak antara tempat tinggla kami dengan rumah sakit sekitar 30 kilometer. Biaya kendaraan ditanggung dengan cara patungan. Warga RT rombongan ke rumah sakit. Kami juga diajak. Hanya saja kami tidak ikut rombongan. Kami kebetulan sedang di Purwokerto menikmati rintik hujan dan desau angin yang telah mendinginkan raga ini ...

Menyapa Kesejukan Alam Pedesaan

Gambar
AHAD menjadi hari yang selalu ditunggu-tunggu oleh anakku, Qasdina (5,5). Sepulang sekolah, ia selalu minta main ke tempat mbah di Desa Sokaraja Wetan, Kecamatan Sokaraja.  Ia mengajak jalan pada Sabtu siang. Kalau jalan siang, waktunya lebih lama. Bisa jalan-jalan di Purwokerto dulu. Baru sore hari ke tempat mbah. Jarak antara Purwokerto dengan Sokaraja sekitar 20 menit. Cukup dekat ditempuh menggunakan sepeda motor. Sesampainya di rumah mbah, Qasdina juga bilang supaya dibangunkan pagi hari. Biar tidak kesiangan. Mau bersepeda, katanya. Bersepeda keliling desa!. Bertiga. Qasdina, ayah dan bunda. Tepat pukul 05.00, alarm alami bunyi. Alarm itu dari suara jago di belakang rumah dekat kamar mandi yang berkokok. Berkali-kali hingga membangunkan orang tidur di rumah. Tapi aku tak terbangun. Masih berselimut. Meringkuk. Memeluk bantal guling.  Namun, saat masih tertidut bumi seperti guncang. Raga yang masih terlelap ikut terguncang. Guncangan makin keras. Sampai terbangun....

Pasar Papringan Lokomotif Menuju Desa Mandiri

Gambar
RAMAI PENGUNJUNG : Pasar Papringan ramai pengunjung dari luar kota, Minggu (21/10) PAGI itu hari masih gelap. Matahari belum menampakkan diri. Namun, lalu-lalang kendaraan roda empat maupun sepeda motor kian ramai ketika memasuki jalan beraspal di Kedungumpul, Kandangan menuju Pasar Papringan di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Minggu (21/10). Banyak kendaraan roda empat dari luar kota memadati jalan tersebut. Bahkan, berjubelnya mobil ini menjadikan jalan desa yang berjarak sekitar 5 kilometer menuju Pasar Papringan macet. Antrean panjang mobil terlihat mengular.  Para pengunjung terpaksa harus turun dari mobil. Berjalan kaki sekitar 1 kilometer. Bagi pengunjung yang tidak ingin letih memilih naik ojek. Cukup dengan membayar Rp 5.000, pengunjung bisa cepat sampai di pasar tradisional tersebut. Namun tidak sedikit pula pengunjung, umumnya rombongan keluarga memilih berjalan kaki. Menikmati jalan desa yang membelah sawah dengan dis...

Membuka Lembaran Baru !

TAK terasa sudah dua tahun aku tidak memposting tulisan. Tulisan apa saja. Tentang berbagai hal. Sudah lama tak berbagi lewat tulisan. Namun, mulai kali ini aku ingin sekali menulis kembali. Tentang apa saja. Tentang berbagai hal. Mari kita buka lembaran baru. Mari menulis. Menulis dan menulis. Tentang apa saja. Membuka lembaran baru setelah sekian lama tidak aktif menulis blog.

JNE Meningkatkan Kepercayaan antara Penjual dan Pembeli Online

Gambar
TIDAK  terasa sudah empat tahun terakhir, saya bersama isteri menjalani bisnis online dengan menjual berbagai produk fesyen beserta aksesorisnya. Keberadaan bisnis online memang tidak dapat terpisahkan oleh peran perusahaan jasa logistik. Pasalnya, dengan luasnya pemasaran di pasar domestik, pelaku usaha tetap membutuhkan jasa logistik untuk membantu dalam proses pengiriman barang sampai ke konsumen.  Perusahaan jasa logistik ini dapat mengakselerasi perkembangan bisnis online yang kini semakin berkembang pesat di masyarakat, karena kalau tidak ada jasa pengiriman barang tentu barang yang dipesan tidak dapat sampai ke tangan konsumen.  Selama menjalani bisnis online , tidak sedikit cerita pengalaman menggunakan jasa logistis, khususnya JNE Express . Pengalaman yang dirasakan lebih pada perkembangan inovasi layanan yang terus dilakukan dalam meningkatkan kepuasan pelanggannya.  Kemudahan kali pertama yang saya rasakan adalah di website perusahaan i...

Elektronifikasi Transaksi Keuangan di Pasar Manis Purwokerto

Gambar
- Ikhtiar Menuju Smart Traditional Market PESATNYA transaksi melalui berbagai fasilitas sistem pembayaran yang ada dinilai belum sepenuhnya memiliki korelasi searah pada penggunaan produk lembaga keuangan yang murah dan efisien.  Hasil survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia, menunjukkan bahwa 92 persen masyarakat masih lebih dominan menggunakan uang tunai dalam transaksi sehari-hari. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain, kurangnya edukasi, sosialisasi dan ketersediaan sebaran infrastruktur yang mampu menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. Selain itu, persepsi masyarakat yang merasa belum membutuhkan alat pembayaran nontunai (uang elektronik) dan dalam banyak temuan masyarakat belum tertarik menggunakan fasilitas tersebut, karena minimnya pengetahuan tentang produk dan cara penggunaanya. Oleh karena itu, Bank Indonesia mendorong meningkatkan pemahaman masyarakat akan penggunaan instrumen nontunai dalam melakukan transaksi pembayaran melalui Gerakan...